The Zoom Community is here!
We welcome all Zoom customers to come together on the Zoom Community to ask questions, find solutions,
and collaborate with peers. Login with your Zoom account credentials and start collaborating!

India e-mandate directive

Beginning October 1, 2021 the Reserve Bank of India (RBI) e-mandate directive will be taking effect for recurring payments using India Bank Cards. Visit our FAQ page for more information.

Indonesia VAT Follow


After October 1, 2020, Zoom began charging and collecting VAT on supplies made to customers in Indonesia. 

Frequently Asked Questions – Indonesian VAT

What is VAT?

VAT is the abbreviation of Value Added Tax. VAT applies to the supply of goods and services. As VAT is a consumption tax, it is generally added to the transaction price and ultimately borne by the end consumer. The rate of VAT for the supplies made by Zoom to customers in Indonesia (i.e., digital services) is currently 10%.

Who must pay VAT?

Generally, VAT is collected by the business operator who supplies goods or services to its customers. The VAT is invoiced by the supplier along with the transaction price and collected from the customer. Subsequently, the supplier remits the collected VAT to the government.

Under Indonesian tax law, an overseas service provider who provides intangible goods or services through an e-commerce system is required to charge VAT on its supply to Indonesian customers.

Note: For customers who are registered for VAT in Indonesia the VAT charged by Zoom may be creditable as input VAT. The right to input VAT deduction is subject to the VAT regulations in Indonesia. However, from a compliance perspective the invoice must state the customer’s valid tax identification number, full registered name, and email address (optional), which is registered with the ITO in order to be considered as a valid document to support input VAT deduction. As such, if you are VAT registered, it’s important that you have included these details in your Zoom account. Please refer to the How do I enter my tax identification number? section for further details.

Where does VAT apply?

VAT generally applies to all taxable supplies of goods and services made by Zoom to customers in Indonesia.

How is Zoom determining which customers VAT applies to?

Zoom will apply VAT if the “Sold To” contact address entered by the customer is in Indonesia. This information will then be cross referenced against other data to verify that the ‘Sold to’ address is accurate.

What is a tax identification number?

A tax identification number is a unique 15-digit number (XX.XXX.XXX.X-XXX.XXX) granted by the Indonesian tax authorities upon the business registration for VAT and other taxes. The tax identification number generally appears on the Tax Registration Certificate issued by the Indonesian tax authorities.

Why did I get a notification email if I am not located in Indonesia?

In order to ensure complete and thorough notification to any of our customers who may be impacted, we sent the notification communication to all customers who had a “Bill To” OR “Sold To” address in Indonesia.

Why is Zoom charging VAT on invoices as of October 1, 2020?

Like many companies with a growing international presence, Zoom is routinely evaluating its indirect tax collection and remittance obligations. The application of these taxes to businesses with online activities is a complex and evolving area. Zoom continues to review such developments, as well as the nature and extent of its activities in different jurisdictions and based on such regular review will from time to time start charging indirect taxes (in this case is VAT) where applicable. Furthermore, Zoom was notified by the Indonesian Tax Office (“ITO”) that Zoom should collect VAT on its supplies to customers in Indonesia.

Will Zoom send me an electronic invoice (e-Faktur Pajak)?

As Zoom is an overseas service provider registered for VAT under a simplified registration, Zoom is not currently required to provide an electronic invoice. In line with the current regulations, Zoom provides a VAT receipt in the form of an invoice.

Is there a minimum threshold purchase amount before VAT is applied?

No, VAT applies to the sale of all Zoom’s services in Indonesia.

What exemptions are available and how does a customer notify Zoom?

There are currently no exemptions available in Indonesia. VAT will be charged on all sales of Zoom’s services in Indonesia.

Are there any special exemptions applicable for government entities and charities under which VAT may not be charged?

There are currently no special exemptions available for government entities and charities in Indonesia.

How do I enter my tax identification number?

If you are a registered taxable entrepreneur, to enter the tax identification number, please follow these steps:

  1. Log in to the Zoom Portal.
  2. Under Account Management, click Billing.
  3. Click the Billing Information tab.
  4. Under Sold To Contact, choose to enter the tax identification number (which appears after the ‘Billing Contact Address’ field).
  5. Enter your tax identification number and click Save.

You are required to notify us if there is a change in your VAT registration status.

Are there any VAT obligations for me as a customer?

If you are a registered taxable entrepreneur, you may be entitled to claim the VAT charged by Zoom as an input tax credit. You will need to assess this based on the applicable VAT laws and regulations and report it in your VAT return.

What if I am a registered taxable entrepreneur and forget to enter my tax identification number?

Based on the regulations, the VAT charged by Zoom may only be claimed as input VAT if a valid tax identification number, full registered name, and the email address (optional) which is registered with the ITO of the customer are stated in the invoice. Hence, please immediately enter your tax identification number, and contact us by chatting with Billing within 30 days of the invoice issuance date to request an updated invoice.


Gambaran Umum

Berlaku setelah 1 Oktober 2020, Zoom mulai memberlakukan tarif dan menagih PPN terkait dengan layanan yang diberikan kepada pelanggan di Indonesia. 

Tanya Jawab Umum – PPN Indonesia

Apa yang dimaksud dengan PPN?

PPN adalah singkatan dari Pajak Pertambahan Nilai. PPN dikenakan terhadap penyediaan barang dan jasa. Karena PPN merupakan pajak konsumsi, secara umum PPN akan ditambahkan bersama dengan harga transaksi dan selanjutnya harus ditanggung oleh konsumen akhir. Tarif PPN untuk penyediaan layanan Zoom kepada pelanggan di Indonesia (yaitu layanan digital) saat ini adalah sebesar 10%.

Siapa yang harus membayar PPN?

Pada umumnya, PPN akan ditagih oleh pelaku usaha yang menyediakan barang atau layanan kepada pelanggannya. PPN akan ditagih oleh pemasok bersama dengan harga transaksi dan dibebankan kepada pelanggan. Kemudian, pemasok akan menyetorkan PPN yang telah ditagih kepada pemerintah.

Menurut undang-undang perpajakan Indonesia, penyedia layanan luar negeri yang menyediakan barang atau layanan tidak berwujud melalui sistem e-commerce wajib membayar PPN atas penyediaan layanannya kepada pelanggan Indonesia.

Catatan: Untuk pelanggan yang terdaftar PPN di Indonesia, PPN yang dibebankan oleh Zoom dapat dikreditkan sebagai PPN masukan. Hak atas pengurangan PPN masukan tersebut harus tunduk pada peraturan PPN yang berlaku di Indonesia. Akan tetapi, dari sudut pandang kepatuhan, faktur harus mencantumkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pelanggan yang sah, nama lengkap terdaftar, dan alamat email (opsional), yang terdaftar di DJP agar dianggap sebagai dokumen yang sah untuk mendukung pengurangan PPN masukan. Dengan demikian, apabila Anda adalah PPN terdaftar, Anda harus memasukkan keterangan tersebut di akun Zoom Anda. Silakan lihat bagian Bagaimana cara saya memasukkan NPWP? untuk keterangan lebih lanjut.

Apa saja yang dikenakan PPN?

Pada umumnya PPN dikenakan atas semua penyediaan barang dan layanan kena pajak yang disediakan oleh Zoom kepada pelanggan di Indonesia.

Bagaimana cara Zoom menentukan pelanggan mana saja yang dikenakan PPN?

Zoom akan mengenakan PPN apabila alamat kontak “Sold To” (Dijual Kepada) dicantumkan oleh pelanggan yang berada di Indonesia. Informasi ini kemudian akan dijadikan referensi silang dengan data lainnya untuk memastikan bahwa alamat kontak “Sold To” (Dijual Kepada) tersebut adalah akurat.

Apa yang dimaksud dengan Nomor Pokok Wajib Pajak?

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor unik 15-digit (XX.XXX.XXX.X-XXX.XXX) yang diberikan oleh otoritas pajak di Indonesia saat pendaftaran usaha untuk keperluan PPN dan pajak lainnya. NPWP pada umumnya dapat dilihat pada Surat Pendaftaran Pajak yang diterbitkan oleh otoritas pajak Indonesia.

Mengapa saya menerima email pemberitahuan meskipun saya tidak berada di Indonesia?

Untuk memastikan pemberitahuan yang lengkap dan menyeluruh kepada seluruh pelanggan yang mungkin terkena dampak, kami mengirimkan pemberitahuan kepada seluruh pelanggan yang memiliki alamat “Bill To” (Tagih Ke) ATAU “Sold To” (Dijual Ke) di Indonesia.

Mengapa Zoom mengenakan tagihan PPN sejak 1 Oktober 2020?

Sama halnya banyak perusahaan yang terus berkembang pesat di kancah internasional, Zoom terus menerus mengevaluasi kewajibannya dalam penagihan dan penyetoran pajak tidak langsung. Penerapan pajak untuk usaha di bidang aktivitas online cukup kompleks dan terus berubah. Zoom terus meninjau perkembangan yang ada, serta sifat dan tingkat aktivitasnya pada yurisdiksi yang berbeda, dan berdasarkan tinjauan rutin tersebut, akan mulai mengenakan tarif pajak tidak langsung (dalam hal ini adalah PPN) sebagaimana yang berlaku. Selanjutnya, Zoom diberitahu oleh Direktorat Jenderal Pajak ("DJP") Indonesia bahwa Zoom harus menagih PPN atas penyediaan layanannya kepada pelanggan di Indonesia.

Apakah Zoom akan mengirim faktur elektronik (e-Faktur Pajak) kepada saya?

Karena Zoom adalah penyedia layanan luar negeri yang terdaftar untuk PPN dengan pendaftaran yang disederhanakan, Zoom saat ini belum diwajibkan untuk memberikan e-Faktur Pajak. Sejalan dengan peraturan yang berlaku, Zoom memberikan tanda terima PPN dalam bentuk faktur.

Apakah ada jumlah ambang batas minimum pembelian sebelum PPN dikenakan?

Tidak ada. PPN dikenakan atas seluruh penjualan layanan Zoom di Indonesia.

Apakah ada pengecualian yang diberikan dan bagaimana cara pelanggan memberitahu Zoom?

Saat ini tidak ada pengecualian yang diberikan di Indonesia. PPN akan dikenakan atas seluruh penjualan layanan Zoom di Indonesia.

Apakah ada pengecualian khusus yang diberikan kepada badan pemerintahan atau badan amal untuk tidak dikenakan PPN?

Saat ini tidak ada pengecualian khusus yang diberikan kepada badan pemerintahan dan badan amal di Indonesia.

Bagaimana cara saya memasukkan NPWP?

Jika Anda adalah Pengusaha Kena Pajak, silakan ikuti langkah di bawah ini untuk memasukkan NPWP Anda:

  1. Masuk ke Portal Zoom
  2. Di Account Management (Manajemen Akun), klik Billing(Penagihan).
  3. Klik tab Billing Information (Informasi Penagihan).
  4. Pada Sold To Contact (Kontak Terjual Ke), pilih untuk memasukkan NPWP (yang muncul setelah kolom ‘Billing Contact Address’ (Alamat Kontak Penagihan)).
  5. Masukkan NPWP Anda, lalu klik Save (Simpan).

Anda wajib memberitahu kami apabila terdapat perubahan pada status pendaftaran PPN Anda.

Sebagai pelanggan, apakah saya wajib membayar PPN?

Apabila Anda adalah Pengusaha Kena Pajak, Anda berhak untuk mengklaim PPN yang dikenakan oleh Zoom sebagai kredit pajak masukan. Anda perlu mengevaluasi kredit pajak tersebut berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang PPN yang berlaku dan melaporkannya pada SPT PPN Anda.

Bagaimana jika saya adalah Pengusaha Kena Pajak namun lupa memasukkan NPWP saya?

Berdasarkan peraturan yang berlaku, PPN yang dibebankan oleh Zoom hanya akan bisa diklaim sebagai PPN masukan apabila pada faktur dicantumkan NPWP yang sah, nama lengkap yang terdaftar, dan alamat email yang terdaftar di DJP (opsional). Oleh sebab itu, mohon segera masukkan NPWP Anda, dan hubungi kami melalui chatting with Billing (mengobrol dengan Penagihan)  dalam waktu 30 hari sejak tanggal penerbitan faktur untuk meminta faktur terbaru.